FUNGSI EMOSI
DALAM KEHIDUPAN
oleh: Rachmi Maulana Putri
PG-PAUD
FIP
Universitas Negri Padang
Manusia adalah makhluk yang memiliki rasa dan
emosi.Hidup manusia diwarnai dengan emosi dan berbagai macam perasaan.Manusia
sulit menghadapi hidup secara optimal tanpa memiliki emosi.Manusia bukanlah manusia,
jika tanpa emosi.Kita memiliki emosi dan rasa, karena emosi dan rasa menjadi
bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan kita sebagai manusia.

Pengertian
Emosi (emotion) adalah
reaksi yang kompleks yang mengandung aktivitas dengan derajat yang tinggi dan
adanya perubahan dalam kejasmanian serta berkaitan dengan perasaan yang kuat
dan sering terjadi perubahan prilaku (Chaplin,1972 dalam Walgito,2003;203)
Emosi didefinisikan
sebagai suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan
untuk bertindak,(Goleman, 1999 dalam Khodijah,2006)
William James dalam
Khodijah,,2006) mendefinisikan emosi sebagai keadaan budi rohani yang
menampakkan dirinya dengan suatu perubahan yang jelas pada tubuh.
Sedangkan perasaan
(feeling) adalah keadaan atau state individu sebagai akibat dari persepsi
terhadap stimulus baik eksternal maupun internal (Chaplin, 1972 dalam
Walgito,2003;203)
Perasaan dan emosi umumnya
disifatkan sebagai keadaan yang ada pada individu pada suatu waktu (Chaplin,
1972 dalam Walgito,2003;202
Emosi dapat dikontrol .Ada
3 jenis display rules yaitu, . masking , modulation, dan
simulation (Ekman dan Friesen dalam Walgito,2003;207).
Masking : keadaan seseorang
yang dapat menyembunyikan atau dapat menutupi emosi yang dialaminya.Modulation
: keadaan seseorang yang tidak dapat meredam secara tuntas gejala
kejasmaniannya, contoh dia menangis tapi tidak terlalu kuat.Simulation: orang
tidak mengalami emosi tetapi seolah-olah mengalami emosi
Emosi hakikatnya adalah
salah satu bentuk dari komunikasi seseorang. Kala seseorang emosi, pengertiannya
dia sedang berupaya menyampaikan pesan kepada orang lain. Bentuk penyampaiannya
berbeda-beda, bergantung pada lingkungan dan kondisi sosial budaya yang
membentuknya. Komunikasi pada emosi memiliki ciri-ciri tertentu:
1. Sikap terjadi bukan dibawa sejak diilahirkan.
2. Sikap berubah-ubah dan dapat dipelajari.
3. Siap tidak berdiri sendiri, karena mengandung
relasi terhadap suatu objek.
4. Sikap merupakan segi-segi motivasi dan perasaan.
Sifat berdasarkan pengetahuan seseorang (Newcomb, Turner, dan Converse,
1981:151).
Fungsi emosi
Bagi
manusia, emosi tidak hanya berfungsi untuk Survival atau sekedar untuk
mempertahankan hidup, seperti pada hewan. Akan tetapi, emosi juga berfungsi
sebagai Energizer atau pembangkit energi yang memberikan kegairahan dalam
kehidupan manusia. Selain itu, emosi juga merupakan Messenger atau pembawa
pesan (Mpengertiann dalam DR. Nyayu Khodijah, 2006)
a.
Survival, yaitu sebagai sarana untuk mempertahankan
hidup. Emosi memberikan kekuatan pada manusia untuk membeda dan mempertahankan
diri terhadap adanya gangguan atau rintangan. Adanya perasaan cinta, sayang,
cemburu, marah, atau benci, membuat manusia dapat menikmati hidup dalam
kebersamaan dengan manusia lain.
b.
Energizer, yaitu sebagai pembangkit energi. Emosi
dapat memberikan kita semangat dalam bekerja bahkan juga semangat untuk hidup.
Contohnya : perasaan cinta dan sayang. Namun, emosi juga dapat memberikan
dampak negatif yang membuat kita merasakan hari-hari yang suram dan nyaris
tidak ada semangat untuk hidup.Contohnya : perasaan sedih dan benci.
c.
Messenger, yaitu sebagai pembawa pesan. Emosi
memberitahu kita bagaimana keadaan orang-orang yang berada disekitar kita,
terutama orang-orang yang kita cintai dan sayangi, sehingga kita dapat memahami
dan melakukan sesuatu yang tepat dengan kondisi tersebut. Bayangkan jika tidak
ada emosi, kita tidak tahu bahwa disekitar kita ada orang yang sedih karena
sesuatu hal yang terjadi dalam keadaan seperti itu mungkin kita akan
tertawa-tawa bahagia sehingga membuat seseorang yang sedang bersedih merasa
bahwa kita bersikap empati terhadapnya.

Dengan
kita tepat dalam menggunakan emosi kita maka kitapun akan tepat dalam
menghadapi suatu hal. Emosi tidaklah selalu harus dipengertiankan sebagai hal
yang buruk untuk dilibatkan dalam sesuatu karena Emosi pada prinsipnya
menggambarkan perasaan manusia menghadapi berbagai situasi yang berbeda. Oleh
karena emosi merupakan reaksi manusiawi terhadap berbagai situasi nyata maka
sebenarnya tidak ada emosi baik atau emosi buruk. Berbagai buku psikologi yang
membahas masalah emosi seperti yang dibahas Atkinson (1983) membedakan emosi
hanya 2 jenis yakni emosi menyenangkan dan emosi tidak menyenangkan.
Dengan
demikian emosi di kantor dapat dikatakan baik atau buruk hanya tergantung pada
akibat yang ditimbulkan baik terhadap individu maupun orang lain yang
berhubungan (Mpengertiann, 2003). Maka dari itu sangat penting untuk disadari
bahwa melibatkan emosi yang tepat dalam segala hal aktifitas dapat mempengaruhi
terhadap perilaku individu kearah perilaku yang tepat pula khususnya dalam
mengambil suatu keputusan.
1.
Emosi sebagai Basis Relasi
Sosial
Menurut
Wijikongko (1997:21) mendefinisikan bahwa emosi adalah kekuatan tanpa batas,
energy vital yang dapat kita manfaatkan untuk meraih kesuksesan dalam
hidup. Badudu-Zain (2001:385)
mengungkapkan bahwa emosi adalah rasa hati, perasaan, gerak rasa seperti rasa
cinta, pilu, sedih, duka cita, iba, cinta, iba, murka dan lain sebagainya.
Dari
pengertian tersebut membuktikan bahwa emosi adalah perasaan-perasaan yang kita
alami dan yang mendorong kita untuk melakukan suatu perbuatan tertentu ketika
menghadapi suatu masalah atau yang akhirnya mengelompokkan emosi itu dalam
suatu goongan-golongan yang besar, diantaranya :
a.
Amarah
b.
Kesedihan
c.
Rasa takut
d.
Kenikmatan
e.
Cinta
f.
Terkejut
g.
Jengkel
h.
Malu
Perasaan-perasaan
yang dialami diatas kemudian mendorng manusia melakukan suatu perbuatan dalam
bentuk perilaku. Menurut Wikipedia, perilaku manusia itu sendiri adalah
perilaku yang dimiliki manusia dan dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai,
etika, kekuasaan, persuasi dan/atau genetika. Menurut pendekatan perilaku, pada
dasarnya tingkah laku adalah respon atas stimulus yang datang. Prilaku-prilaku
yang muncul dapat melahirkan kecerdasan emosi.
Ada
pengertian yang diungkapkan oleh Golleman (2009:60) bahwa ada 5 domain
kecerdasan pribadi dalam bentuk kecerdasan emosi yaitu,
1.
Kemampuan mengenal emosi
2.
Mengelola emosi
3.
Memositivasi diri
4.
Mengenali emosi orang lain
5.
Membina hubungan social
Apa
jadinya jika hubungan social kita dengan orang lain terjadi tanpa adanya emosi
? hubungan itu akan hambar saja. Tidak aka nada rasa dekat yang terbangun.
Adanya emosi yang positif seperti rasa cinta, bahagia, kasih sayang,
penerimaan, kegembiraan, kedamaian, akan membuat hubungan social anda semakin
erat.
2.
Emosi sebagai Basis Moralitas
Moral adalah tindakan yang dinilai positif
oleh manusia lainnya. Moral secara ekspilsit adalah hal-hal yang berhubungan
dengan proses sosialisasi. Individu tanpa moral tidak bisa bersosialisasi.
Moral adalah perbuatan / tingkah laku / ucapan seseorang dalam berinteraksi
dengan orang lain. Apabila yang dilakukan oleh orang tersebut dinilai bermoral
(sesuai dengan nilai yang berlaku dalam masyarakat), maka orang tersebut dapat
dengan mudah diterima di lingkungan masyarakat tersebut.
Nilai
intrinsic moral diungkapkan dalam kenyataan bahwa dari sudut pandang moral,
kita tidak hanya peduli tentang bagaimana orang bertindak, namun juga tentang
bagaimana mereka merasa. Ini terjadi karena emosi adalah ungkapan tulus dari
sikap dasar kita dan nilai-nilai yang abadi. Ini menunjukkan bahwa moral
dipengaruhi oleh emosi, dan pengendalian
moral oleh emosi akan mempengaruhi interaksi social kita, dalam kata lain
proses sosialisasi yang kita jalani dalam kehidupan sehari-hari.
Tiga fungsi moral terhadap
emosi :
1.
Emosi mempunyai peran yang penting dalam menanggapi
stimulus dan respon terhadap suatu moral dalam satu situasi
2.
Emosi dapat memositivasi kita dalam mengembangkan
tingkah laku yang sesuai moral dan melawan tindakan tidak bermoral
3.
Emosi mempunyai peran yang komunikatif dalam
menunjukkan pengertian tindakan kita
terhadap orang lain. Kadang kita tidak menyadari seberapa peduli kita terhadap
seseorang sampai adanya rasa cemburu, takut dan sebagainya.
3.
Emosi
Memotifasi
Emosi dapat mengorganisasi dan memotivasi tindakan
.secara teoritis dapat memotivatsi perilaku. Pada situasi yang penting,emosi
dapat bereaksi dalam menghadapi situasi tersebut. Kita tidak perlu untuk
mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi situasi tersebut karena emosi
akan mempersiapkan segalanya untuk melewati rintangan yang dalam pikiran kita
dan yang ada di lingkungan kita.
Memotivasi tindakan yang ditujukan
untuk pencapaian tujuan tertentu.
Emosi-emosi tertentu mendorong seseorang melakukan tindakan tertentu.Misalnya pada saat mengalami emosi cinta.Karena emosi itu, Anda berbuat macam-macam hal untuk menarik perhatian yang Anda cintai.Anda rela menembus hujan lebat karena ingin menunjukkan bahwa Anda selalu menepati janji.Mungkin Anda juga rela menemaninya mendaki gunung, padahal Anda takut ketinggian.
Emosi-emosi tertentu mendorong seseorang melakukan tindakan tertentu.Misalnya pada saat mengalami emosi cinta.Karena emosi itu, Anda berbuat macam-macam hal untuk menarik perhatian yang Anda cintai.Anda rela menembus hujan lebat karena ingin menunjukkan bahwa Anda selalu menepati janji.Mungkin Anda juga rela menemaninya mendaki gunung, padahal Anda takut ketinggian.
4. Emosi sebagai Komunikasi
Emosi adalah bentuk komunikasi yang dapat
mempengaruhi orang lain. Guratan ekspresi yang terlihat pada raut muka
seseorang adalah bagian dari emosi.Sejak dahulu di dalam kehidupan masyarakat
primitive, dan di dalam dunia buas binatang guratan ekspresi merupakan bentuk
komunikasi seperti kata-kata.Saat sekarang pada masyarakat modern guratan
ekspresi merupakan bentuk komunikasi yang lebih cepat dari kata-kata.
Saat kita berkomunikasi dengan orang lain atau
mengirimkan suatu pesan atau tanda, tentunya secara didasari kita akan sangat
sulit untuk mengubah emosi yang kita alami. Contohnya, saat kita marah pada
orang yang akan ditemui, akan sangat sulit bagi kita mengubah ekspresi kita
untuk tersenyum meskipun kita telah berniat untuk tidak marah di depannya.
Fungsi emosi merupakan bentuk komunikasi
sehingga anak dapat menyatakan segala kebutuhan dan perasaanya pada orang lain.
Sebagai contoh, anak yang merasakan sakit atau marah biasanya mengekspresikan
emosinya dengan menangis. Menagis ini
merupakan bentuk komunikasi anak dengan lingkungannya pada saat ia belum mampu
mengutarakan perasaannya dalam bentuk bahasa verbal. Demikian pula halnya
tertawa terbahak-bahak, atau pun memeluk ibunya dengan erat.Ini merupakan
contoh bentuk komunikasi anak yang bermuatan emosional.
Komunikasi memberikan /membawa informasi kepada
individu dan kelompok, untuk mengambil keputusan. Suatu saat anda dan beberapa
teman anda menerima tawaran untuk melakukan test tertentu, guna kepentingan
promosi jabatan pada level tertentu. Dalam surat tersebut tertera sederet
kualifikasi (persyaratan) untuk jabatan yang dimaksud tersebut. Lalu anda
mempersiapkan segala sesuatunya.Disinilah komunikasi membantu meneruskan data,
guna sebuah pengambilan keputusan pengisian jabatan yang dimaksud tadi.
Empat Sifat Laten Pengalaman
Emosional
Penelitian Ghom
dan Clore (2002) menjabarkan empat sifat laten pengalaman emosional ketika kita
sedang berada dalam sebuah suasana emosi tertentu. Keempat sifat laten
pengalamn emosional ini menurut penelitian mereka ternyata sangat berpengaruh
pada kebahagiaan seseorang, kesehatan mental, kecemasan, dan gaya atribusi
kita. Keempat sifat laten pengalaman emosional tersebut sebagai berikut :
a. Kejelasan
(emotional clarity). Dijabarkan sebagai
kemampuan seseorang dalam mengidentifikasi dan membedakan emosi spesifik yang
sedang dirasakannya. Contoh ungkapan dari sifat laten ini seperti “saya sulit menamakan emosi yang sedang saya
rasakan; saya selalu mampu menamakan tiap emosi yang sedang saya rasakan; atau
saya mampu mengetahui secara tepat tiap emosi yang sedang saya rasakan”.
b. Intensitas
(emotion intensity). Diartikan seberapa kuat atau besar intensitas emosi
spesifik yang dapat dirasakannya. Contoh ungkapan sifat laten ini adalah “ ketika saya merasakan kebahagiaan, saya
merasa seperti dipenihi oleh energy kebahagiaan yang tak tertikra; atau ketika
saya berhasil dalam suatu pekerjaan, reaksi saya biasa saja, tenang dan diam.”
c. Perhatian
(emotional attention). Dijelaskan sebagai kecenderungan seseorang untuk mampu
memahami, menilai , dan menghargai emosi spesifik yang sedang dirasakannya.
Ungkapan sifat laten ini seperti “saya
memerhatikan secara penuh bagaimana saya
merasakan sesuatu , atau saya percaya untuk mengikuti kata hati saya.”
d. Ekspresi
(emotional expression). Didefinisikan sebagai kecenderungan untuk mengungkapkan
perasaan yang sedang dirasakannya kepada orang lain. Ungkapan sifat ini, yaitu
“ketika saya marah, semua orang
disekeliling saya tahu bahwa saya sedang marah; saya selalu mengekspresikan apa
yang saya rasakan kepada orang lain atau sekitar saya; atau saya tidak mampu
menahan atau menyembunyikan emosi yang sedang saya rasakan.”
Studi pertama
mereka adalah mencoba untuk mengkorelasikan empat sifat laten ini dengan
konstruk kepribadian Big Five yang
terdiri dari empat kepribadian utama dalam diri individu, yaitu neurotisisme (neuroticism), Ekstraversi (extraversion),
keterbukaan (openness), sifat
meudah untuk menyetujui sesuatu (agreeableness),
dan sifat mengikuti kata hati (conscientiousness).
Langkah-langkah
untuk meningkatkan emosi positif
Ada empat
langkah untuk meningkatkan emosi positif (Bastaman, 1996; Rice, 1992;
Hanh,1987), deiantaranya sebagai berikut:
a. Membangun
pengalaman yang positif
Langkah ini
dapat dilakukan dengan dua teknik, yaitu teknik jangka pendek dan teknik jangka
panjang.
1. Teknik
jangka pendek dapat dilakukan dengan meyakinkan diri anda untuk melakukan
kegiatan yang menyenagkan mulai dari sekarang. Caranya adalah dengan
meningkatkan kegiatan menyenangkan yang dapat anda rencana sendiri dengan
membuat jadwal pada hari-hari yang akan anda lewati.
2. Teknik jangka panjang. Apabila anda ingin membuat perubahan dalam
diri anda, buatlah perencanaan kegiatan positif sesering mungkin. Bangunlah
“keberhargaan hidup” sesuai dengan yang anda inginkan. Berikan tanda kecil atau
ceklis, setelah kegiatan selesai dilakukan.
b. Membina
persahabatan
Perbaikilah atau
jalinlah kembali hubungan lama anda dengan orang lain yang jarang ditemui.
Buatlah hubungan baru dan jagalah hubungan tersebut sebaik mungkin.
c. Menghindari
kekosongan
Sibukkanlah
diri dengan melakukan
aktivitas-aktivitas yang menjauhkan diri dari emosi negative.
d. Mengingat
pengalaman-pengalaman positif
Pusaatkan perhatian pada
peristiwa-peristiwa positif terlebih dahulu yang pernah terjadi.Biarkanlah
pikiran mengembara atau me-recall
kembali kenangan-kenangan tersebut. Sehingga hal-hal negative yang dirasakan
akan terlupa dari pikiran.
Kiat umum
mengelola emosi
Ada kiat umum untuk mengelola emosi
(Rice,1992), di antaranya sebagai berikut:
1. Nikmati
pengalaman emosi yang dirasakan
Perhatikan diri
dan amati yang timbul pada saat yang dirasakan. Rasakan emosi ini sebagai suatu
yang dapat dating dan pergi.Usahakan untuk tidak menolak emosi tersebut.Coba
untuk tidak mencoba lepas dari emosi yang sedang dirasakan.Jangan bereaksi
berlebihan pada saat emosi itu datang.
2. Ingatkan
diri
Jangan mematuhi
emosi yang dirasakan, ingatkan diri apabila merasakan hal yang berbeda dari
emosi.
3. Praktikkan
dengan baik emosi yang dirasakan
Cobalah untuk tidak menghakimi
emosi.Ikuti emosi tersebut dan terima emosi tersebut dengan tenang.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Emosi memberikan perngaruh yang positif dalam
kehidupan.Melalui emosi seseorang dapat memotivasi setiap tindakannya. Emosi
akan mempersiapkan segalanya untuk dapat melewati rintangan yang ada dalam
pikiran manusia dan yang ada di lingkungan. Emosi juga sebagai bentuk
komunikasi yang dapat mempengaruhi orang lain. Guratan ekspresi yang terlihat
pada raut muka seseorang adalah bagian dari emosi.
B.
Saran
Emosi lebih banyak ditentukan oleh hasil
interpretasi kita terhadap sebuah peristiwa.Kita bisa memendang dan menginterpretasikan
sebuah peristiwa dalam persepsi atau penilaian negative, dan juga bisa dalam
persepsi yang lebih positif. Ketika kita menilai sebuah peristiwa secara lebih
positif meka perubahan fisiologis kita pun menjadi lebih positif
DAFTAR PUSTAKA
Hildayani,Rini.2005. Psikologi Perkembangan.Jakarta:
Universitas Terbuka.
Hurlock,Elizabet.1978. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.
Nugraha, Ali. 2005. Metode Pengembangan Sosial Emosional. Jakarta: Universitas Terbuka.
Safaria, Triantoro. 2009. Manajemen Emosi. Jakarta: Bumi Aksara.
Santorck, Jhon. 2007. Perkembangan Anak. Jakarta: Erangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar