Jumat, 14 Desember 2012

SUMBER BELAJAR DAN ALAT PERMAINAN TK


 
SUMBER BELAJAR DAN ALAT PERMAINAN TK
A.    SUMBER BELAJAR
Pengertian sumber belajar
Sumber belajar adalah segala macam bahan yang dapat di gunakan untuk memberikan informasi  maupun berbagai keterampilan kepada murid maupun guru
Fungsi sumber belajar
Fungsi  sumber belajar dalam  pembelajaran ialah member kesempatan untuak mendapat kan pengetahuan dan memperkaya anan dengan menggunakan berbagai alat,buku,nara sumber,tempat dan semua hal yang menambah pengetahuan anak.
Fungsi sumber belajar yang lain adalah meningkatkan perkembangan anak dalam berbahasa.Caranya adalah  dengan berbicara dan berkomunikasi dengan nara sumberi  yang dapat mengembangkan pandangan anak dalam berbagai aspek kehidupan.
Jenis-jenis sumber belajar di TK
a.       Tempat sumber belajar alamiah
Sumber belajar dapat berupa tempat yang sebenarnya,kantor pos,kantor polisi,pemadam kebakaran,sawah,peternakan,hutan,perkapalan,lapangan udara,dsb. Tempat-tempat itu member I informasi secara langsung dan alamiah. Anak dapat mengadakan tanya jawab sendiri di tempat tersebut dan juga dapat mengamati sendiri serta berpraktek langsung.
b.      Perpustakaan sebagai sumber belajar
Sumber belajar yang di himpun di perpustakaan merupakan khasanah yang lengkap. Berbagai ensiklopedi,buku-buku berisi tema-tema dan segala bahan pelajaran dapat di kumpulkan dan di tata rapi di ruang perpustakaan. Perpustakaan merupakan jantung sekolah karena kemajuan sekolah sangat di tentukan oleh perpustakaan. Karena itu guru dapat mengembangkan diri di perpustakaan.
Contonya; kalau kita membicarakan tentang globalisasi,maka guru yang banyak membaca akan memahami masalah globalisasi dan tidak akan mendapat kesulitan di bandingkan dengan guru yang tidak pernah membaca mengenia hal tersebut.
c.       Nara sumber belajar.
Para tokoh dan pakar merupakan narasumber  yang dapat memberikan informasi tangan pertama. Lansung dan benar. Kadang-kadang ada pula orang tua murid yang bersedia membantu memberikan keterangan lansung,yang bermanfaat untuk memperkaya kemampuan murid dalam berbagai aspek perkembangan.
d.      Media cetak
Yang termasuk media cetak adalah bahan cetak,buku,majalah,tabloid,dsb. Gambar-gambar yang ekspresif dapat memberikan kesempatan anak untuk bernalar dan mengungkapkan pikirannya dengan menggunakan kosakata yang semakin canggih. Media ini berperan sekali apalagi dengan adanya pengaruh televisi yang dapat meningkatkan pengetahuan anak sehingga mencapai tingkat yang tidak terduga.
e.       Alat peraga.
Alat peraga adalah semua alat yang digunakan oleh guru untuk menerangkan atau memperagakan pelajaran didalam proses belajar-mengajar. Namun harus dibedakan antaraa alat peraga guru dan alat permainan yang di mainkan oleh anak. Pada alat permainan, anak aktif mengadakan eksplorasi walaupun tidak menutup kemungkinan ia menggunakannya untuk bermain.
f.       Sumber belajar yang dikunjungi oleh anak: karyawisata
Di tempat yang mereka kunjungi ini, anak mengamati keadaan yang sebenarnya. Tidak jarang anak diberi kesempatan untuk memegang dan mencoba beberapa tugas yang aman bagi anak.
g.      Ruang sumber belajar bagi anak
Di sekolah lebih teratur administrasinya, pimpinan sekolah berusaha untuk memiliki ruang khusu untuk semua peralatan sekolah. Semua staf pengajar dilatih untuk menggunakan semua media pengajaran dengan sebaik-baiknya yang ada di dalam ruang sumber belajar. Ruang tersebut dengan sendirinya harus ditata rapi dengan rak-rak maupun lemari yang dapat dikunci untuk menyimpan barang yang berharga. Peralatan yang ada di ruang sumber merupakan barometer yang dapat mengukur seberapa kaya ide yang dapat dikembangkan oleh guru karena program yang didukung dengan peralatan yang tepat dalam proses pembelajaran akan memperkaya anak. Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa peran guru dalam hal penggunanaan dan cara memperkaya anak tetap merupakan hal yang paling utama ( Kostelnik, 1993).

Pemanfaatan Sumber Belajar
Bermacam-macam sumber belajar, cara pengelolaan, cara penggunaan, dan cara pemeliharaannya. Pertama sumber, belajar yang dapat diperoleh secara alamiah dari lingkungan terdekat anak. Kedua, sumber belajar yang terdiri atas bermacam-macam  alat belajar seperti alat peraga, alat permainan, buku pegangan, peralatan senni, model-model bagian tubuh dan bayak lagi yang dapat dikumpukan dan ditaruh disuatu tempat atau ruang. Ketiga, berupa sumber belajar yang berupa tempat-tempat yang kita kunjungi. Keempat, perpustakaan dengan semua media cetak dan audio visualnya. Kelima, yang tidak boleh kita lupakan adalah para narasumber belajar dari berbagai ilmu.

B.     ALAT PERMAINAN
Pengertian
Alat permainan adalah sumber belajar yang digunakan anak untuk memenuhi naluri bermainnya. Semua alat yang dapat dimainkan anak digolongkan sebagai alat permainan. Contohnya: biji-bijian. Dengan bahan tersebut anak dapat mengihitung atau memperlakukan biji tersebut sebagai orang.
            Fungsi alat permainan adalah untuk mengenal lingkungan dan juga mengajar anak mengenal kekuatan maupun kelemahan dirinya. Dengan alat permainan anak akan melakukan kegiatan yang jelas dan menggunakan semua panca indranya secara aktif. Penggunan alat permainan  juga bertahap. Sachiyo Tanaka (1995) mengunggkapkan dalam penelitiannya tentang pilihan kegiatan bemain anak. Ada kegiatan yang tergolong mudah, sedang, dan sulit. Contoh pada alat permainan Montessori. Pada tahap yang mudah anak dapat cukup diminta hanya untuk memasukkan atau memasang alat-alat permainan yang paling mudah saja. Jika anak telah paham dengan sendirinya ia akan menapak ke tahapan yang lebih sulit.
Dengan memahami benar fungsi-fungsi alat permainan yang mengacu kepada perkembangan anak yang bersifat unik, maka guru juga diharapakan  dapat menciptakan alat permainan ini.
Bentuk alat permainan
Alat permainan mendasarkan ciptaannya pada criteria-kriteria yang sesuai dengan pengetahuannya tentang anak.
Pengembangan warna
            Bentuk alat permainan yang akan diciptakan di fokuskan pada warna, seperti warna kunig, merah, biru, coklat, hitam, ungu, dll. Alat permainannya dapat berbentuk macam-macam benda yang penggunaan tersebut. Kegatan yang dapat dilakukan pada anak dapat berbentuk mengelompokkan, membentuk, dan lain-lain sesuai dengan keinginannya.
            Bentuk Geometris
Bentuk-bentuk geometris biasanya juga sangat memukau anak. Berjam-jam mereka dapat mengkotak-atik bentuk-bentuk ini. Dipasang, dipadukan, diberdirikan, ditiup, ditumpuk, dan ditempel sehingga kreatifitas anak makin berkembang bila kita memberikan kesempatan yang luas kepada mereka.
            Bentuk Balok
Bentuk-bentuk balok untuk membangun. Sifat dari bentuk potongan kayu ini sangat menarik anak. Dia mulai memikirkan sifat-sifat khusus maupun umum.
            Bermain Air
Alat untuk bermain air. Tentunya peralatan yang dipilih adalah yang memungkinkan anak untuk mengisi dan mencoba keterampilan menuang air. Bentuk-bentuk alat disisni bervariasi. Karton bekas minuman seperti cangkir dan gelas plastic dengan berbagai ukuran.
            Bermain pasir
Alat untuk bermain pasir. Pasirnya dapat basah atau kering.alat permainan yang digunakan adalah yang cocok dengan sifat pasir

PEMILIHAN, PEMANFAATAN, dan PEMBUATAN ALAT ERMAINAN
1.      Pemilihan dan Pemanfaatan Permainan untuk Perkembangan   Emosi dan Sosial Anak
Perkembangan emosi ini sangat erat hubungannya dengan perkembangan social, walapun masing-masing ada kekhususannya. Yang berkaitan dengan emosi adalah perhatian, pujian, dan lain-lain. Sedang aspek social adalah interaksi yang lancer antara guru dan murid.
Contoh peramainan yang bermanfaat:
·         Puzel yang mudah yang terdiri dari satu potong gambar. Kemudain bertahap ke puzzle yang lebih dari satu potong gambar.
·         Alat meronce yang berbentuk manik-manik besar dengan tali dan lubang yang cukup besar.
·         Buku perpustakaan yang terdiri atas buku dengan gambar yang besar dan huruf yang sedikit.
·         Lilin untuk membentuk, dari bentuk yang mudah sampai bentuk yang sulit.
·         Alat untuk menggambar semua yang akan diekspresikan oleh anak
·         Pasir, rumah-rumahan dan alat masak-masak untuk bermain.
Factor emosi dan social merupakan perkembangan kepribadian dan pembiasaan yang dapat membentuk:
·         Kemandirian, yaitu mampu mengurus diri sendiri
·         Kebiasaan menghargai orang lain, milik orang lain, pendapat orang lain.
·         Kemampuan mengambil atau memilih tugas
·         Rasa tanggung jawab, yaitu mampu menyelesaikan tugas yang harus diselesaikan
·         Kemmpuan mengendalikan diri sendiri
·         Kemampuan bekerja sama
·         Kemampuan mendengarkan orang lain
·         Kemampuan mengungkapkan diri
Alat permainan untuk perkembangan emosi social adalah:
ü  Balok bangunan
Berbagai macam balok seperti balok besar, kecil, polos, warna, bentuk geometri, kubus-kubus dan prisma.
ü  Berbagai macam mozaik
ü  Puzel antai yang dapat dimainkan bersama
ü  Papan permainan (board games)
ü  Permainan sudut keluarga
ü  Bermain aktifitas di pertokoan, aktifitas di rumah sakit, polisi, kantor pos, dan lain-lain.
2.      Pemilihan dan Pemanfaatan Permainan untuk Motorik Halus
Keterampilan menggunakan alat halus memerlukan koordinasi antara mata dan tangan. Sehingga gerakan tangan perlu dikembangkan dengan baik (lerner, 1981).
Alat yang digunakan harus bervariasi:
·         Lilin
·         Bikar untuk membuat kue, adonan terigu dan garam
·         Papan tulis, kertas, tanah, alat tulis, ranting kayu, pensil, gambar dan spidol
·         Jari-jemari
·         Alat pasang memasang
·         Alat Montessori
·         Lembaran kertas
·         Gunting untuk memotong kertas
·         Bentuk geometri untuk menciplak
·         Biji bekel

3.      Pemilihan dan Pemanfaatan Permainan untuk Perkembangan Motorik Kasar
Kegiatan untuk menggunakan gerakan- gerakan bagian tubuh dengan tangkas dan tegas. Alat permainan yang digunakan:
·         Kantong biji untuk dilempar, ditangkap, dan diletakkan di kepala sambil berjalan.
·         Simpai untuk kegiatan melompat
·         Titian untuk meniti sambil melihat lurus kedepan
·         Bola besar dan kecil untuk latihan melempar dan menangkap

4.      Pemilihan dan Pemanfaatan Permainan untuk Perkembangan Bahasa
Lerner (1981), menyatakan dasar utama perkembangan bahasa adalah pengalaman-pengalaman bahasa yang kaya. Pengalaman pengembangan bahasa yang kaya itu akan menunjang factor-faktor bahasa yang lain, yaitu:
o   Mendengar
o   Berbicara
o   Membaca
o   Menulis
Mendengar dan membaca termasuk keterampilan bahasa yang menerima atau respektif sedang berbicaara dan penulisan atau mengarang termasuk yang ekspresif.
Contoh gambar-gambar benda yang ada di lingkungan anak:
·         Benda-benda yang ada di rumah,
·         Benda dan gambar lotto, gambar berurutan, gambar mencocokkan pasangan,
·         Alat tulis dan media menggambar kreativitas
·         Kumpulan buku cerita dan buku referensi untuk dibacakan kepada anak maupun untuk dipinjam,
·         Kumpulan cerita pendek untuk latihan mengingat dan diceritakan kembali oleh anak
·         Kumpulan daftar kalimat pendek yang belum selesai dan dapat dilanjutkan oleh anak secara kreatif
·         Kumpulan gambar profesi yang dapat di perkenalkan anak atau yang sudah mereka ketahui
·         Kumpulan gambar, poster untuk berbagai macam tema sebagai konsep dasar yang perlu diketahui anak.

5.      Persepsi Penglihatan (pengamatan dan ingatan)
Keterampilan anak untu menerjemahkan apa yang dilihat dan mampu mengingat bentuk-bentuk yang dilihat. Alat permainan yang dapat digunakan adalah:
·         Benda, gambar, bentuk huruf, bentuk geometri, dari berbagai warna dan ukuran untuk dikelompokkan.
·         Bermacam-macam papan permainan yang digunakan untuk berbagai macam bentuk balok yang berwarna-warna dsb.



6.      Persepsi Pendengaran (penngamatan dan ingatan)
Keterampilan untuk menerjemahkan apa yang didengarnya. Alat permainan yang digunakan untuk meningkatkan persepsi pendengaran anak adalah: puzel dan gambar untuk mencocokkan antara suara yang didengar dengan gambar berhubungan dengan suara tersebut.
7.      Keterampilan berfikir
Keterampilan yang diperlukan agar dapat menghubungkan pengetahuan yang dimiliki dan dapat mengembangkan pengetahuan tersebut. Alat permainan yang di gunakan adalah: berbgai alat permainan yang berbentuk keeping-keping bentuk, mozaik, benda-benda lain seperti batu untuk menghitung dan lain-lain, alat Montessori dan Cuisionare.
Balok sebagai alat permainan misalnya, sangat luas untuk digunakan untuk tujuan tersebut. Dengan bermain balok anak dapat bermain bersama dan belajar untuk tidak selalu meminta untu menang sendiri, mau memberi dan belajar menggunakan bahasa yang baik agar dapat berteman (perkembangan emosional).
Dengan bermain balok kemampuan mengamati   maupun ingatan visual anak akan terlatih. Bermain balok sangat mengembangkan pengetahuan anak. Mencari keseimbangan, memilih nama yang cukup panjang berarti membuat estimasi.
Alat permainan papan pasak, tangga silinder, tangga kubus, papan pengenal warna, papan nuansa, dan menara gelang serta sejenisnya dapat digunaklan untuk pengamatan perkembangan persepsi visual, maupun untuk berekspresi anak melatih penalarannya. Alat-alat ini juga member kesempatan pada anak untuk mengenal pengetahuan dasar. Dengan melakukan eksplorasi yang didasarkan pada pilihan sendiri maka anak lebih mudah memahami berbagai konsep.




Hartati, Sri. 2009. Media Pembelajaran AUD. Padang.
Sudono, Anggani. 1995. Alat Permainan dan Sumber Belajar TK. Jakarta: DIPKEB

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar